MAMUJU, 21 Oktober 2026 – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat memperkuat komitmen dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter melalui kolaborasi bersama Kaizen Collaborative Impact (Yayasan Cipta Manusia Indonesia). Kerja sama ini mencakup penguatan ketahanan masyarakat terhadap penipuan digital melalui Program Scam Ready ASEAN serta dukungan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui pemberian beasiswa pendidikan.
Kolaborasi tersebut merupakan tindak lanjut Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan Kaizen Collaborative Impact yang ditandatangani pada 2 Mei 2026. Gubernur Sulawesi Barat diundang untuk membuka secara resmi rangkaian program sekaligus menyaksikan penyerahan beasiswa pendidikan secara simbolis bagi anak tidak sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Nehru Sagena, menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi digital sekaligus memperluas akses pendidikan bagi anak-anak yang belum mendapatkan layanan pendidikan secara berkelanjutan.
“Program ini tidak hanya mendorong peningkatan literasi digital dan kesiapan pemanfaatan kecerdasan buatan bagi guru dan siswa, tetapi juga membangun kesadaran tentang pentingnya keamanan di ruang digital. Di sisi lain, dukungan beasiswa bagi anak tidak sekolah merupakan bentuk kepedulian bersama agar anak-anak yang putus sekolah memiliki kesempatan untuk kembali mengenyam pendidikan,” ujarnya.
Sebelumnya, melalui Program AI Ready ASEAN yang dilaksanakan pada Januari hingga April 2026, Kaizen Collaborative Impact telah bermitra dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat untuk menjangkau 70 satuan pendidikan SMA dan SMK. Program tersebut mencatat total 26.134 penerima manfaat, terdiri atas 2.839 guru dan 23.295 siswa di Sulawesi Barat.
Capaian tersebut menjadi landasan untuk melanjutkan penguatan kecakapan digital di lingkungan pendidikan. Di era transformasi teknologi, guru dan siswa tidak hanya dituntut mampu memanfaatkan teknologi, tetapi juga perlu memahami risiko serta memiliki kemampuan untuk melindungi diri dari berbagai ancaman di ruang digital.
Program Scam Ready ASEAN hadir untuk meningkatkan kewaspadaan dan ketahanan pelajar, guru, serta masyarakat terhadap penipuan digital (scam) dan ancaman keamanan daring lainnya. Rangkaian kelas program ini dijadwalkan mulai November 2026.
Inisiatif tersebut menargetkan pembangunan ketahanan terhadap penipuan digital bagi tiga juta orang di negara-negara anggota ASEAN, dengan dukungan ASEAN Foundation dan Google.org serta Kaizen Collaborative Impact sebagai mitra lokal resmi.
Selain penguatan keamanan digital, kerja sama ini memberikan perhatian terhadap penanganan Anak Tidak Sekolah melalui dukungan beasiswa pendidikan dari Kaizen Collaborative Impact bagi anak putus sekolah di bawah binaan pemerintah daerah. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu memperluas kesempatan anak-anak untuk kembali memperoleh layanan pendidikan sesuai kebutuhan masing-masing.
Nehru Sagena menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan harus berjalan beriringan dengan upaya memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari akses pendidikan.
“Kami berharap sinergi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan di Sulawesi Barat. Penguatan literasi digital, pemanfaatan kecerdasan buatan, perlindungan dari penipuan daring, dan penanganan anak tidak sekolah merupakan bagian dari upaya bersama untuk menyiapkan generasi yang unggul, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan masa depan,” tambahnya.
Kerja sama tersebut juga mencakup keberlanjutan Program AI Ready ASEAN bagi guru dan siswa SMA/SMK serta penguatan kesiapan pemanfaatan kecerdasan buatan untuk meningkatkan produktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di seluruh wilayah Sulawesi Barat.
Upaya ini sejalan dengan Misi ke-3 Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, yaitu “Membangun SDM yang unggul dan berkarakter”, dalam mewujudkan Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera.
Melalui kolaborasi pemerintah daerah dan mitra pembangunan, penguatan kompetensi digital, peningkatan keamanan di ruang daring, serta percepatan penanganan anak tidak sekolah diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Dengan demikian, transformasi digital tidak hanya mendorong kemajuan teknologi, tetapi juga memperkuat kualitas sumber daya manusia dan menghadirkan kesempatan pendidikan yang lebih inklusif bagi masyarakat Sulawesi Barat.